مسؤولو جمعية نهضة العلماء الفرعى
Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama
Branch Managers of Nahdlatul Ulama

MANGUNSUMAN – Suasana religius dan penuh khidmat mewarnai kegiatan Ngaji Bareng yang diselenggarakan oleh PRNU Mangunsuman pada Ahad Legi, 24 Mei 2026. Kegiatan yang digelar di wilayah Mangunsuman tersebut menghadirkan Dr. Muhammad Asvin Abdur Rohman sebagai pemateri utama dengan tema “Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban”.

Acara dihadiri oleh warga Nahdliyin, tokoh masyarakat, pemuda, serta jamaah dari berbagai lingkungan sekitar yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai. Momentum ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat menjelang datangnya Hari Raya Iduladha.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara yang mengantarkan jalannya acara dengan tertib dan penuh semangat. Selanjutnya, pembacaan tahlil dipimpin oleh Rais Syuriyah, Kyai Minhaji. Lantunan tahlil yang dibaca bersama-sama menambah suasana spiritual dan kekhusyukan para jamaah yang hadir.

Setelah pembacaan tahlil, acara dilanjutkan dengan mahalul qiyam bersama grup hadrah Al Fatah PR IPNU Mangunsuman. Iringan shalawat yang menggema membuat suasana semakin hangat dan penuh kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Memasuki acara inti, Dr. Muhammad Asvin Abdur Rohman menyampaikan kajian mendalam mengenai tata cara penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam. Dalam pemaparannya, Gus Asvin menjelaskan bahwa penyembelihan hewan kurban tidak boleh dilakukan sembarangan, melainkan harus memenuhi empat rukun utama agar sah menurut syariat.

Empat rukun tersebut meliputi pekerjaan menyembelih (dzabhu), orang yang menyembelih (dzabih), hewan yang disembelih, serta alat yang digunakan untuk menyembelih. Menurut beliau, seluruh unsur tersebut harus dipenuhi agar proses penyembelihan menjadi sah sekaligus memenuhi ketentuan agama.

Selain rukun penyembelihan, Gus Asvin juga menjelaskan sejumlah kesunnahan dalam menyembelih hewan kurban. Di antaranya adalah memotong wadajain atau dua urat yang berada di sisi kanan dan kiri leher hewan, menggunakan alat yang tajam agar hewan tidak tersiksa, membaca basmalah sebelum menyembelih, serta membaca shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW.

Dalam kajiannya, Gus Asvin menegaskan bahwa penyembelihan hewan kurban bukan sekadar proses teknis, tetapi juga bagian dari ibadah yang mengandung nilai spiritual. Karena itu, ketika menyembelih dianjurkan untuk senantiasa mengingat Allah SWT serta bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Para jamaah tampak menyimak penjelasan dengan penuh perhatian. Beberapa peserta juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertanya seputar praktik penyembelihan kurban yang sering ditemui di masyarakat.

Melalui kegiatan Ngaji Bareng ini, PRNU Mangunsuman berharap masyarakat dapat memahami tata cara penyembelihan hewan kurban secara benar sesuai tuntunan syariat, sehingga pelaksanaan ibadah kurban nantinya dapat berjalan dengan baik, tertib, dan membawa keberkahan bagi seluruh umat.

WeCreativez WhatsApp Support
Jika Butuh Bantuan. Silahkan Bisa Menghubungi Kami.