مسؤولو جمعية نهضة العلماء الفرعى
Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama
Branch Managers of Nahdlatul Ulama

(Mangunsuman) Kegiatan Safari Ramadhan Pengurus Ranting NU Mangunsuman berlangsung dengan penuh kekhidmatan di Masjid Darut Taqwa yang berlokasi di Jalan Kawung No. 135. Acara ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus penguatan spiritual di bulan suci Ramadhan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan shalat Isya’ berjamaah, dilanjutkan dengan shalat Tarawih dan Witir bersama seluruh jamaah. Suasana kebersamaan dan kekhusyukan sangat terasa dalam pelaksanaan ibadah tersebut.

Setelah rangkaian shalat selesai, acara resmi dibuka oleh pembawa acara. Ketua Takmir Masjid Darut Taqwa, Gunadi, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran Pengurus Ranting NU Mangunsuman atas kehadiran dan kebersamaannya.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan silaturahmi ini. Semoga apa yang kita lakukan menjadi amal baik di sisi Allah SWT. Kami juga memohon maaf apabila dalam penyambutan dan pelaksanaan terdapat kekurangan,” ujar Gunadi.

Selanjutnya, sambutan sekaligus mauidhah hasanah disampaikan oleh Dr. Moch Mukhlas, M.Pd. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan rasa syukur karena umat Islam telah melewati 10 hari pertama Ramadhan yang merupakan fase rahmat dari Allah SWT.

Ia menjelaskan bahwa Ramadhan adalah bulan pendidikan (tarbiyah) yang membentuk pribadi muslim secara menyeluruh.

Pertama, Attarbiyah Jasadiyah (pendidikan fisik). Puasa mendidik umat Islam untuk menahan diri dari perbuatan maksiat sekaligus memberikan manfaat kesehatan. Hal ini sebagaimana hadits Nabi, “Shuumu tashihu” (berpuasalah maka akan sehat). Rasulullah SAW juga memberi teladan dengan berhenti makan sebelum kenyang.

Kedua, Attarbiyah Khuluqiyah (pendidikan akhlak). Melalui puasa, seseorang dilatih untuk bersabar, menjaga lisan, serta menjauhi dusta dan perilaku tercela.

Ketiga, Attarbiyah Ijtima’iyah (pendidikan sosial). Selama 30 hari berpuasa, umat Islam dididik untuk memiliki kepedulian sosial dengan merasakan lapar dan dahaga, sehingga tumbuh empati terhadap mereka yang kekurangan.

Keempat, Attarbiyah Jihadiyah. Jihad yang dimaksud bukan semata-mata melawan musuh secara fisik, melainkan jihad melawan hawa nafsu dalam diri sendiri. Hawa nafsu tidak perlu dimatikan, namun diarahkan agar menjadi kekuatan yang membawa kebaikan.

Safari Ramadhan ini diharapkan semakin mempererat ukhuwah Islamiyah antara Pengurus Ranting NU Mangunsuman dan jamaah Masjid Darut Taqwa, serta memperkuat semangat ibadah dan pembinaan diri di bulan suci Ramadhan.

WeCreativez WhatsApp Support
Jika Butuh Bantuan. Silahkan Bisa Menghubungi Kami.